Kota Samarinda Siap Lakukan Verifikasi dan Validasi Data Keluarga Resiko Stunting

Samarinda – Data keluarga berisiko Stunting dibutuhkan sebagai data operasional untuk melakukan pendampingan, intervensi maupun komunikasi, informasi dan edukasi (KIE). Khususnya kepada kelompok sasaran yang meliputi PUS, PUS Hamil, keluarga yang memilik baduta (usia 0-23 bulan) serta keluarga yang memiliki balita (usia 0-59 bulan). Data tersebut kemudian yang akan digunakan oleh Tim Pendamping Keluarga dalam melaksanakan pendampingan di wilayahnya masing-masing.

Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur yang diwakili oleh Sub Koordinator Bidang Data dan Informasi, bersama tim melakukan Sosialisasi Mekanisme dan Pengelolaan Verifikasi dan Validasi Data Keluarga Beresiko Stunting Bagi Pengelola Data Dinas PPKB Kota Samarinda, PKB/PLKB dan Satgas Stunting serta Kader KB TPK seluruh kelurahan yang ada di Kota Samarinda yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota pada Kamis (30/6/2022).

Kepala DPPKB Kota Samarinda Samarinda I Gusti Ayu Sulistyani menyampaikan betapa pentingnya kegiatan ini bagi para Penyuluh KB dan Satgas Stunting Kota Samarinda dalam mendukung Percepatan Penurunan Stunting di Kota Samarinda.

“Untuk menjamin data sasaran keluarga berisiko Stunting yang valid, akurat dan termutakhirkan, maka data tersebut perlu dilakukan verifikasi dan validasi dengan cara membandingkan kondisi keluarga sasaran pada saat pendataan dengan kondisi terkini di lapangan.” Kata Gusti Ayu.

Tujuan dilaksanakannya Verifikasi dan Validasi Data Keluarga Beresiko Stunting ini adalah untuk membandingkan data keluarga berisiko Stunting yang bersumber dari hasil Pendataan Keluarga 2021 (PK21) yang sudah dilaksanakan oleh BKKBN di tahun 2021 lalu dengan kondisi terkini di lapangan sehingga data yang digunakan sebagai peta kerja pendampingan keluarga adalah data yang terakhir dan terbaru.

Sub Koordinator Bidang Data dan Informasi Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur memaparkan secara teknis Verifikasi dan Validasi Data Keluarga Beresiko Stunting kepada Penyuluh KB dan Kader KB Tim Pendamping Keluarga (TPK) baik yang hadir secara langsung maupun melalui Virtual Meeting. Orientasi ini akan menjelaskan bagaimana teknis dan operasional dari pelaksanaan verifikasi dan validasi data keluarga beresiko stunting di Kota Samarinda.

“Kesiapan PKB dan Kader KB Kota Samarinda dalam melaksanakan Verifikasi dan Validasi Data Keluarga Beresiko Stunting ini merupakan hal yang utama, oleh sebab itu kami tim dari Provinsi akan melakukan sosialisasi dan orientasi pada hari ini.” Katanya.