Kepala BKKBN RI Dorong Pemprov. Kaltara Gandeng Sektor Swasta Atasi Stunting

Tanjung Selor – Kepala BKKBN Republik Indonesia, Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K)., mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov.) Kalimantan Utara gadeng sektor swasta untuk atasi stunting. Hal ini disampaikan dalam paparannya saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Kalimantan Utara, pada Jumat (3/6).

“Saya harap Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kalimantan Utara yang diketuai oleh Wakil Gubernur (Wagub) bisa saling bersinergi sehingga target yang ingin dicapai dapat terealisasi secara maksimal. Selain itu perlu juga untuk melibatkan pihak swasta dalam upaya menurunkan angka stunting mengingat banyaknya perusahaan-perusahaan yang bisa membantu di Kalimantan Utara,” kata Hasto.

Mantan Bupati Kulonprogo ini menyampaikan bahwa stunting saat ini menjadi pembahasan berbagai pihak dan perlu ditangani serius sejak dini. Stunting atau kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak. Kondisi ini berefek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia.

Untuk mengatasinya BKKBN telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan menetapkan Program Rencana Aksi Nasional (RAN) Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (PASTI) yang dapat diterapkan di seluruh daerah.

Selain itu, BKKBN juga telah berhasil merekrut Satgas Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Kalimantan Utara.

“Alhamdulillah di Provinsi Kalimantan Utara telah kita rekrut 7 orang hebat yang sangat berpengalaman dalam hal pendampingan masyarakat dimana sebelumnya mereka aktif dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Sengaja kami rekrut untuk menjadi pasukan Pak Wagub. Kemudian, kita tambah lagi dengan Tim Pendamping Keluarga yang jumlahnya ada 1.743 orang se-Kaltara,” kata Hasto.

Pada kesempatan tersebut, Hasto juga menyerahkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2022 kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Utara.

“Kita sudah bantu danai melalui DAK Fisik dan Non Fisik. Saya harap dari pemerintah daerah bisa dibantu penyerapannya semaksimal mungkin,” pesan Hasto. (Rapsmoau, Dokumentasi: Mustain Adnan)