Depan > Index Berita > Program UPPKS bantu tingkatkan ekonomi keluarga
Program UPPKS bantu tingkatkan ekonomi keluarga
Senin, 23 April 2018

Salah satu program BKKBN untuk meningkatkan ekonomi keluarga terutama mereka yang tidak mampu (pra sejahtera) dengan menggalakkan program kelompok UPPKS (Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) di masyarakat.

“Cara untuk meningkatkan ekonomi keluarga adalah dengan memberikan pembelajaran usaha ekonomi produktif kepada kelompok peserta KB khususnya bagi keluarga pra sejahtera melalui kelompok UPPKS,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Eli Kusnaeli saat membuka Musda ke IV Asosiasi Kelompok UPPKS (AKU) di Samarinda, Kamis (12/4).

Ia mengatakan UPPKS merupakan wadah pemberdayaan ekonomi keluarga terutama keluarga pra sejahtera, oleh karena perlu pendampingan untuk keluar dari kemiskinan dengan menjadi anggota.

Anggota kelompok UPPKS adalah peserta KB mereka dibina dalam membuat produk-produk rumah tangga seperti, keripik, amplang, kue sagu, minyak kelapa, teh herbal dari serai serta produk anyaman dan lain-lain.

Selain itu juga BKKBN kaltim bermitra dengan pihak perbankan, Baznas , pegadaian dalam memberikan permodalan kepada masing-masing kelompok UPPKS untuk mengembangkan usahanya.

Namun diakui Eli dalam memasarkan dan mengembangkan produk kelompok UPPKS sedikit mengalami kendala, pemasaran hasil produk harus mampu bersaing baik kualitas maupun kemasan.

Sementara Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Kelompok Usaha (AKU) Provinsi Kaltim, Zainal Abidin membenarkan kelompok UPPKS terkendala masalah pemasaran. Hal itu yang sedang diupayakan untuk mengatasinya.

“Tapi sekarang dapat dicontoh kelompok UPPKS Balikpapan yang telah memasarkan produk-produknya di pasar modern, seperti supermarket, Hero dan Giant serta di pasarkan ke hotel-hotel,” katanya.

Ia menyebutkan jumlah kelompk UPPKS yang aktif di Provinsi Kaltim ada sekitar 500 kelompok dengan jumlah anggota sebanyak 7.722 orang, sedangkan di Provinsi Kalimantan Utara sebanyak 157 kelompok dengan jumlah anggota 1.260 orang.

Lanjut Zainal dengan jumlah yang ada baru terbentuk sekitar 32 persen, padahal ditargetkan 60 persen. Pengembangan kelompok UPPKS terus diupayakan, mengajak keluarga-keluarga yang tidak mampu dengan stratedi mendatangi dari rumah ke rumah (door to door).

“Keluarga-keluarga yang tergolong pra sejahtera memang belum banyak mengetahui tentang kelompok UPPKS, mereka akan diberi permodalan, dibina cara memproduksi serta pemasarannya,”kata Zainal.(*)(nk)