Depan > Index Berita > BKKBN Kaltim Tawarkan ASN Jadi Penyuluh KB
BKKBN Kaltim Tawarkan ASN Jadi Penyuluh KB
Selasa, 23 Januari 2018

​IPKB Kaltim- Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur memberikan tawaran kepada Aparat Sipil Negara  (ASN)  di kabupaten dan kota  untuk menjadi  tenaga Penyuluh Keluarga Berencana   (PKB)  dan Penyuluh  Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).

“ Kami telah  memberikan tawaran  kepada ASN  yang bekerja  di berbagai  instansi  yang berminat menjadi penyuluh KB  dengan syarat   statusnya  pegawai negeri sipil ,diberi iizin oleh atasannya dan lulus seleksi,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Eli Kusnaeli  usai membuka pelatihan teknis  penyegaran (Refreshing) bagi PKB/PLKB  di Samarinda, Senin.

Ia mengatakan untuk tahap pertama   karena waktunya sempit  setelah dibuka tawaran ada delapan ASN yang mengajukan menjadi  PKB/PLKB, namun tahap berikutnya dengan waktu yang cukup panjang maka di harapkan akan lebih banyak peminatnya.

“Untuk menjadi penyuluh bukan hanya kemampuan teknis, tetapi ada panggilannjiwa karena pekerjannya lebih spesifik,” katanya.


Eli Kusnaeli menjelaskan  sejak Januari 2018 tenaga PKB/PLKB  yang ada di kabupaten dan kota  resmi status  kepegawainnya   menjadi pegawai BKKBN pusat.  Meskipun  status pegawainnya di kelola pusat ,namun  pemberdayaan dan pemanfataanya  tetap untuk kabupaten/kota .

Di Provinsi Kaltim  masih kekurangan tenaga PLKB,  saat ini jumlahnya  hanya  197   orang,  jika dibanding jumlah desa  sebanyak 841 dan 191 kelurahan   dengan total   1.032 kelurahan/ desa . Padahal idealnya satu desa satu tenaga PLKB, jadi kalau dirata-ratakan  satu  PLKB menangani  5 desa.

“Oleh karena itulah BKKBN Kaltim menawarkan kepada ASN yang berminat  untuk menjadi tenaga PLKB  guna  menutupi  kekurangan tenaga penyuluh  lapangan  yang ada,”ujar Eli Kusnaeli.

Dikemukakan Eli  bahwa  tugas seorang PLKB cukup berat  karena menangani hingga lima desa, sehingga  perlu  keterampilan, pengetahuan, kemampuan  managerial dan   kemapuan social  culture, untul itulah mereka perlu di refres kembali pengetahuannya tentang  kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK).

Sementara itu menurut  panitia penyelenggara Harlan Lelana mengatakan jumlah peserta yang mengikuti pelatihan teknis penyegaran  angakatan pertama berjumlah 32 orang  yang berasal dari Kota Balikpapan sebanyak 11 orang, Samarinda 4 orang.

Selanjutanya berasal dari  Kabupaten Kutai  Kartanegara sebanyak 5 orang, , Kutai Timur  2 orang dan dan Kutai Barat sebanyak 10 orang.

“Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan  keterampilan para penuluh KB serta menjaga keberlangsungan pelaksanaan program KKBPK diwilayah tugasnya masing-masing,” kata Harlan Lelana. (*)