Depan > Index Berita > Daerah Perkotaan Tak Luput Dari Sasaran Sosialisasi
Daerah Perkotaan Tak Luput Dari Sasaran Sosialisasi
Jumat, 15 Desember 2017

IPKB Kaltim –  Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi  Kaltim , Eli Kusnaeli mengatakan  pihanya tidak hanya  melakukan sosialisasi program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)  di daerah pedesaan tetapi daerah perkotaan tak luput dari sasaran.

“Kita akan terus melakukan sosialisasi tidak hanya di daerah pedesaan, tertinggal, kumuh, pedalaman dan pesisir  tetapi juga di daerah  perkotaan yang jauh lebih maju. Hal ini  untuk mengingatkan betapa pentingnya program KKBPK,” katanya usai membuka  acara Sosiliasisasi Program KKBPK di Kelurahan Temindung Permai,Kamis (14/12).

Eli menuturkan  masalah kependudukan dimanapun ada, meskipun daerah itu sudah maju, tidak berarti masalah kependudukan tidak ada, misalnya dengan kesibukan kedua  orang tua sehingga anak-anak kurang mendapat perhatian.

Biasanya kehidupan di perkotaaan banyak para orangtua memberikan fasilitas kepada anak-anak mereka, seperti rumah, makanan, dan pakaian, karena kurang mendapat perhatian  anak-anak sering mencoba  melakukan sesuatu  tanpa  pengawasan dan bimbingan orangtua.

“Anak-anak bisa terjerumus  pada pergaulan bebas, penyalahgunaan obat-obat terlarang (Narkoba). Untuk itulah perlunya sosialisasi KKBPK untuk mengingatkan kepada para keluarga  pentingnya menjalankan delapan fungsi keluarga,” katanya.

Eli Kusnaeli menjelaskan pentingnya membangun keluarga untuk membentuk manusia yang berkualitas. Karena  keluarga  sebagai tempat tumbuhnya karakter  manusia.

Dikatakannya membangun bangsa harus dimulai dari keluarga, untuk itu pentingnya komunikasi yang merupakan kunci keharmonisan dalam keluarga yang dapat mewujudkan keluarga berkualitas.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Samarinda, Marnabas menambahkan dalam melakukan pengendalian penduduk , meskipun kesadaran masyarakat perkotaan tentang program KKBPK banyak yang sudah memahami dan memiliki kesadaran yang tinggi, namun harus tetap mendapat perhatian.

“Kita tidak bisa lengah terhadap masyarakat perkotaaan, begitu lengah dampaknya maka terjadi ledakan penduduk,” katanya.

Lanjut Marnabas oleh karena itu DPPKB Kota Samarinda akan mensinergikan antara daerah legokan dengan daerah perkotaan. Daerah legokan adalah wilayah-wilayah  pinggiran, pedesaan yang tingkat kesertaan  ber KB nya  masih rendah dan  prasejahtera nya tinggi.

“Pada 2017 DPPKB Samarinda  lebih banyak  menggarap daerah perkotaaan, tetapi pada 2018 akan difokuskan pada daerah legokan terutama dengan membentuk Kampung KB yang saat ini sudah terbentuk sebanyak 20 Kampung KB,” tutur Marnabas.(*)