Depan > Index Berita > DP3AP2KB PPU Gelar Orientasi PBDKI
DP3AP2KB PPU Gelar Orientasi PBDKI
Selasa, 19 September 2017

Penajam - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menggelar Orientasi bagi Petugas Pendataan Baru Data Keluarga Indonesia (PBDKI) Tahun 2017, di Ruang Rapat Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang), Selasa (19/9).

Ketua Panitia Andi Muhammad Arsan dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut orientasi yang telah dilaksanakan tingkat Provinsi Kaltim beberapa waktu yang lalu.

Dimana untuk pemutakhiran hasil pendataan keluarga tahun 2015, PBDKI akan fokus pada keluarga yang belum terdata tahun 2015, serta menyasar wilayah yang belum terdata. Diutamakan kawasan yang telah terbentuk ataupun yang baru akan dibentuk kampung KB.

Berdasarkan pendataan tersebut, ada beberapa wilayah yang belum terdata sama sekali, dan wilayah yang sudah terdata namun cakupan keluarga yang sangat rendah, serta jauh dari yang ditargetkan.

"Maka para kader serta tokoh masyarakat yang ada di wilayah tersebut nantinya akan melakukan pendataan keluarga yang belum terdata sebanyak 3000 keluarga, sesuai kuota yang diberikan BKKBN Provinsi Kaltim," ujar Arsan.

Menurutnya, hasil evaluasi perbandingan data DP3AP2KB dengan data Disdukcapil PPU, ada sekira 12 ribu lebih Kepala Keluarga yang belum terdata.

ppu.jpg


Dalam wilayah sasaran, juga telah ditentukan sebanyak 3 kecamatan, diantaranya Penajam, Waru dan Babulu. Serta empat Desa/Kelurahan, masing-masing Kelurahan Sepan, Penajam, Waru dan Desa Babulu Darat. Jumlah tersebut mencakup 77 RT, dengan jumlah petugas sebanyak 25 orang.

Adapun untuk materi, terkait kebijakan dan strategi pemanfaatan pendataan PBDKI tahun 2017, manajemen operasional pelaksanaan PBDKI, serta tata cara pengisian formulir pengisian PBDKI dan praktik simulasi cara pengisian formulir.

"Dari hal itu dapat kita pahami bagaimana tata cara berkomunikasi dengan audien, dengan narasumber dari BKKBN Provinsi Kaltim," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala DP3AP2KB PPU Riviana Noor, mengatakan pendataan akan berlangsung selama 30 hari. Pendataan ini dinilai sangat penting, mengingat berbagai kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring diawali akan data yang valid.

“Maka dari itu, BKKBN Pusat dan Provinsi selalu memprogramkan pendataan keluarga, guna validasi jumlah keluarga di Indonesia. Sehingga bantuan serta program yang dikucurkan bisa tepat sasaran” papar Riviana.

Ia pun berharap, seluruh petugas dan kader dpaat mengikuti orientasi dengan serius dan seksama, agar tidak salah dalam implementasi proses pendataan dilapangan.

“Banyak kendala yang akan ditemui dilapangan. Maka dari itu, mari kita sharing disini. Kita diskusikan jalan keluar dan solusinya, agar pendataan PBDKI bisa berjalan baik, dan data yang didapatkan valid,” pungkasnya.(*)