Depan > Index Berita > Jamuan Makan Malam Harganas Dihadiri Kepala BKKBN RI
Jamuan Makan Malam Harganas Dihadiri Kepala BKKBN RI
Rabu, 2 Agustus 2017

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Menyambut puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-XXIV di Kaltim tahun 2017, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kaltim menggelar welcome party atau jamuan makan malam di aula kantor Wali Kota Balikpapan, Senin (31/7) malam.

Hadir dalam acara ini, Kepala BKKBN RI dr Surya Chandra Surapaty, Kepala Perwakilan  BKKBN Provinsi Kaltim Eli Kusnaeli dan istri, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dan istri, Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud dan istri, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, Wakil Walikota Bontang Basri Rase, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Balikpapan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Balikpapan.

Kepala BKKBN RI dr Surya Chandra Surapaty dalam sambutannya mengatakan, secara nasional peringatan Harganas tahun 2017 sudah dilakukan di Bandar Lampung pada  29 Juli. Tujuannya untuk mengingatkan bahwa keluarga merupakan wahana utama dan pertama dalam membangun kualitas manusia di Indonesia.

"Kualitas manusia di Indonesia harus kita bangun dari sekarang dan harus dimulai dari keluarga. Untuk itu, dalam peringatan Harganas kali ini, Saya mengingatkan supaya setiap keluarga menjalankan 8 fungsi keluarga secara optimal, seperti fungsi agama dan cinta kasih," pintanya.

Sementara itu, Wali Kota Rizal Effendi mengaku bangga terhadap peringatan  Harganas XXIV tahun 2017 tingkat Provinsi Kaltim di Balikpapan. 

Menurutnya Harganas ini sangat penting, karena dengan ketahanan keluarga bisa menjaga ketahanan nasional.

"Fungsi keluarga harus dijalankan oleh setiap keluarga dalam membangun keluarga yang berketahanan. Orang tua harus bisa menjadi panutan bagi anaknya. Delapan fungsi itu yakni agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi pendidikan, dan ekonomi," ujarnya.

Momentum Harganas lanjut Rizal,merupakan upaya meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Dengan menanamkan nilai-nilai kehidupan berbangsa bagi anggota keluarga sejak dini, akan menjadikan keluarga sebagai wahana yang tangguh bagi terwujudnya keluarga yang berkualitas.

"Harganas ini diharapkan mampu menjadi wahana menyukseskan program Nawacita pemerintahan Jokwi-JK, khususnya butir 5 membangun manusia berkualitas," katanya.

Ketua penyelenggara peringatan Harganas tahun 2017 di Balikpapan, Hj Arita Rizal Effendi menuturkan, penyelenggaraan Harganas setiap tahun bertujuan meningkatkan peran serta pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra kerja, dan swasta tentang pentingnya penerapan delapan fungsi keluarga dan pembentukan karakter sejak dini.

“Hal itu untuk mewujudkan pelembagaan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera. Adapun delapan fungsi itu, yakni fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi, dan fungsi lingkungan,” ujarnya kepada Balikpapan Pos usai acara.

Peringatan Harganas XXIV 2017 mengusung tema “Dengan Hari Keluarga Nasional, Kita Bangun Karakter Bangsa Melalui Keluarga yang Berketahanan”, yang pesan intinya adalah keluarga berketahanan, Indonesia mandiri dan sejahtera.

Acara puncak peringatan Harganas XXIV Tingkat Kaltim 2017 akan diselenggarakan, di BSCC Dome Selasa (1/8) pagi ini.

"Sebenarnya kita sudah melakukan beberapa kegiatan untuk memperingati Harganas tahun 2017 ini, diantaranya Kampung KB, jambore untuk kader-kader KB, seminar pola asuh, welcome dinner dan peringatan puncak yang digelar di BSCC Dome besok (hari ini)," jelasnya.

Pada upacara puncak, lanjut Arita, akan diberikan penghargaan kepada kader-kader KB se-Provinsi Kaltim.

"Di upacara puncak ini, kita berikan penghargaan kepada kader KB. Jumlah kader KB khusus di Balikpapan sekitar 2 ribuan," tuturnya.

Ia menambahkan, peringatan Harganas didorong untuk dilakukan dengan empat pendekatan ketahanan keluarga dengan harapan keluarga Indonesia akan semakin dekat dan dapat mempererat tali silaturahmi satu sama lain. Keempat pendekatan itu adalah keluarga berkumpul, keluarga berinteraksi, keluarga berdaya, serta keluarga peduli dan berbagi. (***/fyd/vie)