BKKBN Uji Coba Penerapan Instrumen IPK dalam Ujicoba PK 2020

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan uji coba penerapan instrumen Indeks Pembangunan Keluarga (IPK) dalam Ujicoba Pendataan Keluarga Tahun 2020 di Kutai Kartanegara, Kamis (17/10). Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Eli Kusnaeli juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Kartanegara serta kader PPKBD dan Sub PPKBD yang selama ini turut serta dalam program KKBPK. Salah satunya dalam pengumpulan data dan informasi KKBPK.

Dikatakannya, data dan informasi memang perlu dikelola secara terpadu, terkoordinasi, profesional, dan berkesinambungan yang dilandasi komitmen yang tinggi, dengan menentukan indikator yang sederhana, dinamis, mudah diukur, dan merangsang partisipasi dan kemandirian. “Saya berharap data yang dihimpun nantinya adalah data yang valid dan berkualitas sehingga kita mempunyai data yang bisa menjadi basis data serta memberikan informasi yang akurat terkait uji coba pendataan keluarga yang dilakukan,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Pelaporan dan Statistik BKKBN RI, Rudi Budiman mengungkapkan, kegiatan uji coba Pendataan Keluarga Tahun 2020 ini dilakukan hanya di 9 (sembilan) provinsi di seluruh Indonesia dan Kaltim terpilih untuk mewakili regional Kalimantan. Kesiapan yang dianggap lebih memadai, menjadi salah satu alasan dipilihnya Kaltim menjadi provinsi uji coba ini. “Pertama uji coba ini kita melihat validitas dan redibilitas antar variabel di formulir pendataan itu. Jika ada keterikatan, kan bagus. Dan inilah yang akan kita lakukan di uji coba ini,” ungkapnya. “Jika pada 9 provinsi yang dilakukan uji coba ini selesai pada Oktober ini maka diharapkan pada November sudah final. Setelah itu akan dilakukan uji publik sehingga jika kurangnya dari angka IPK maka kita akan bisa pertanggung jawabkan variabel itu,” tambahnya.

Terkait pelaksanaan Pendataan Keluarga Tahun 2020, tantangan ke depan yang akan dihadapi diantaranya peningkatan akses dan kualitas data, termasuk kesiapan teknologi informasi dalam mendukung digitalisasi dan informasi termasuk integrasi pendataan keluarga untuk mendukung Satu Data Indonesia. (sumber : samarinda.prokal.c0).