Kampung KB Salah Satu Sistem Pengentasan Kemiskinan

Kemiskinan atau Pra sejahtera istilah yang digunakan BKKBN dalam menggambarkan kondisi keluarga yang tidak mampu, untuk memenuhi indicator atau tahapan dasar keluarga, seperti makan dua kali sehari atau lebih, memiliki pakaian yang berbeda untuk dirumah, bekerja/ sekolah atau berpergian, jenis lantai terluas bukan tanah, bila ada keluarga yang sakit dibawa ke fasilitas kesehatan dan anak umur 7 – 15 tahun dalam keluarga bersekolah.

Menurut Hasil Pendataan Keluarga tahun 2015 (PK 2015) jumlah penduduk Pra Sejahtera di Provinsi Kalimantan Timur berjumlah 52.006 keluarga atau sekitar 8,21 Persen dari total 633.730 kepala keluarga yang didata atau 85,41 Persen dan dilihat dari 10 (sepuluh) Kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan timur, dengan persentase Keluarga pra sejahtera tertinggi adalah kota samarinda (15,731%).(Hasil data PK2015)

Data ini menunjukkan bahwa provinsi Kalimantan Timur yang terkenal kaya dengan sumber daya alamnya masih memiliki kantong-kantong atau wilayah-wilayah yang mememilik keluarga-keluarga Pra Sejahtera atau miskin yang persentasenya cukup signifikan yang perlu mendapat perhatian yang serius dari semua pihak.

Salah satu program prioritas Pada pemerintahan presiden Ir. H. Joko Widodo dalam pengentasan kemiskinan adalah pembentukan kampung KB, sebagaimana beliau tanggal 14 Januari 2016 telah mencanangkan kampung KB pertama di Indonesia Kampung Nelayan Kabupaten Cirebon Kabupaten Jawa Barat.

Program Kampung KB mendapat perhatian dan apresiasi yang tinggi, sehingga program ini akan dijadikan salah satu system Pengentasan Kemiskinan (Pembentukan dan pengembangan kampung KB, 2016), dengan tujuannya adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memprioritaskan daerah-daerah dan desa dalam rangka NKRI (nawa Cita ke-3)

Kampung KB satuan wilayah setingkat RW atau dusun yang memiliki kriteria tertentu mempunyai perencanaan, pelaksanaan dalam tata kehidupan untuk membangun kebersamaan, saling asah asih dan asuh dalam bingkai program KKBPK secara sistematik yang diintegrasikan dengan sektor-sektor lain khususnya yang melaksanakan fungsi-fungsi keluarga dalam rangka mewujukan keluarga yang sejahtera yang terbebas dari kebodohan kemiskinan dan keterbelakangan. Terutama sebagai bentuk investasi Program KB yang manfaatnya dapat secara langsung diterima oleh masyarakat. Untuk itu segera dilakukan langkah koordinasi lintas sektor, terutama dalam integrase kegiatan yang akan dilaksanakan di kampung KB.

Kampung KB menjadi salah satu inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas Program KKBPK secara utuh di lini lapangan. Kampung KB merupakan salah satu bentuk model miniature pelaksanaan total program KKBPK secara utuh yang melibatkan seluruh bidang di lingkungan BKKBN dan bersinergi dengen kementerian/ lembaga, mitra kerja, stakeholders instansi terkait sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah serta dilaksanakan di tingkat pemerintahan terendah (sesuai prasarat penentuan Kampung KB di seluruh kabupaten kota.

Pembangunan Keluarga sejahtera maknanya identik dengan pengentasan kemiskinan, karena tujuannya sama meningkatkan derajat kesejahteraan individu, keluarga dan masyarkat.

Secara sederhana keluara itu akan sejahtera, apabila : bebannya tidak berat, Ekonominya kuat, dan ketahanannya mantap (BKKBN, 2016).

Program Pembangunan keluarga yang terakumulasi dalam KKBPK dengan empat pokok garapan yaitu, pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pemantapan ketahanan keluarga dan pemberdayaan ekonomi merupakan bagian dari pengentasan kemiskinan.

Agar keluarga tidak mempunyai beban yang berat diawali dengan membentuk keluarga kecil yang kemudian diukur dengan rata-rata punya anak (total fertility rate). Pembentukan keluarga kecil sangat dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu perkawinan dan pengaturan kelahiran . perkawinan yang menunjang pembentukan keluarga kecil ditentukan oleh usia dan pola perkawinan sedang pengaturan kelahiran melalui pemakaian kontrasepsi ditenutkan oleh tiga hal, yaitu tingkat kesertaan, tingkat kelangsungan dan efektifitas kontrasepsi dalam ber KB.

Kestabilan dan peningkatan ekonomi tidak selalu harus berpenghasilan tinggi, akan tetapi lebih cenderung pada keseimbangan antara pengeluaran tidak melebihi pendapatan, menggali sumber ekonomi baik individual, keluarga maupun dalam lingkungan kelompok sehingga tercapai rendahnya beban ketergantungan atau dalam istilah demografi disebut defedensi rasio.

Kegiatan pemberdayaan ekenomi keluarga program KKBPK adalah memantapkan jiwa wirausaha (BKKBN, 2019)