24 views

Se-Kaltim 76 Ibu Hamil Positif Covid-19

Samarinda – Sejak Maret hingga September 2020, tercatat 76 ibu hamil terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim. Terbanyak dari Balikpapan, dengan keterangan satu orang meninggal. Lalu disusul Samarinda dengan 11 kasus.

“Memang di bidang kami ini tugasnya adalah penyebarluasan informasi, termasuk ibu hamil. Sebab itu, dari bidang yang ada, khususnya sasaran ibu hamil kami upayakan untuk terus dipantau,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim, Nurul Wahdah kepada Kaltim Post, Senin (5/10). Disebutkan jika angka kematian ibu saat melahirkan cukup tinggi sebelum pandemi.

Sehingga, dia memaksimalkan pemantauan dan pengawalan. Tak ingin menambah deretan angka apalagi selama pandemi. Selain itu, terjadi pula lonjakan kehamilan. Akibat rendahnya angka kepesertaan keluarga berencana (KB) baru. Salah satu alasannya, pasangan usia subur (PUS) takut tertular Covid-19 saat mengunjungi fasilitas kesehatan (faskes). Baik untuk edukasi kontrasepsi hingga pemasangan. Hal itu diakui Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim, Muhammad Edi Muin.

Dalam banyak pernyataan ke awak media, pihaknya tak henti meminta masyarakat sebaiknya menunda kehamilan selama pandemi. Penyuluhan KB pun metodenya dengan jemput bola. Menghampiri akseptor khususnya PUS. “Kita juga menjamin petugas di lapangan dengan memakai standar alat pelindung diri (APD). Dan capaian peserta KB baru memang anjlok selama pandemi,” ungkap Edi.

Lonjakan kehamilan terjadi di seluruh daerah. Apalagi dengan zona atau wilayah merah terkonfirmasi positif. Ketakutannya juga merambah pada potensi ibu hamil dengan indikasi Covid-19. “Sebab, faskes saat ini dibatasi, lebih baik tunda kehamilan dulu,” tegasnya. Dalam proses kehamilan, Nurul menyebutkan, minimal melakukan enam kali pemeriksaan selama masa kehamilan. Dua kali pada trimester pertama, sekali pada trimester kedua, dan tiga kali pada trimester ketiga.

Sejak pandemi mewabah, pihaknya pun menginstruksikan faskes seperti puskesmas dan posyandu untuk menunda kegiatan. Sebab, disebutkan jika kelompok rentan atau berisiko terhadap Covid-19 yakni balita, ibu hamil dan lanjut usia (lansia). “Ada kelas hamil, itu kita tunda secara tatap muka. Maksimalkan dengan daring atau grup WhatsApp, bisa juga video call. Tapi yang utama ibu hamil ini jika ada gejala kami minta untuk screening ke faskes terdekat,” sebutnya ditemui kemarin.

Sumber : https://kaltim.prokal.co/read/news/377545-se-kaltim-76-ibu-hamil-positif-covid-19.html