Berlangsung Meriah, DPPKB Rayakan Harganas Tingkat Bontang 2019

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI tingkat Bontang, di Gedung Pendopo, Jalan Awang Long, Bontang Utara, pada Rabu (20/11/19). Bertemakan ‘Hari Keluarga: Hari Kita Semua’ dan tagline ‘Cinta Keluarga, Cinta Terencana’, kegiatan tersebut berlangsung lancar dan meriah.

Kegiatan yang digelar mulai pukul 08.30 Wita hingga 12.00 Wita ini berlangsung meriah. Selain membagikan puluhan doorprize menarik, DPPKB juga menyuguhkan penampilan panggung dari PIK-R Pagung Lestari, Kampung KB, PIK-R Tumbuh Bersama Telihan, dan PKB 2 gabungan. Di halaman gedung Pendopo juga terdapat beberapa stan Gelar Dagang UPPKS yang menjual beraneka makanan, minuman, buah, dan aksesoris.

Pada kegiatan Harganas XXVI dihadiri Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Basri Rase, Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Eli Kuslaeli, unsur Forkopimda Bontang, Ketua PKK Bontang, Sekretaris Daerah Bontang, Kepala Kejari Bontang, perwakilan Polres Bontang, perwakilan Den Arhanud Rudal 002 Bontang, Kepala BPD AKU Provinsi Kaltim, kepala badan, dinas dan kantor di lingkungan pemerintahan Bontang, camat dan lurah se-Bontang, serta tamu undangan lainnya.

Melalui laporan Kepala DPPKB Bahtiar Mabe mengatakan tujuan peringatan Harganas XXVI diantaranya meningkatkan peran serta pemerintah dan pemerintah daerah, mitra kerja dan swasta tentang pentingnya penerapan dan fungsi keluarga yang meliputi agama, sosial, budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta lingkungan. Selain itu meningkatkan peran keluarga melalui pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga sebagai dasar ketahanan dan kesejahteraan. Lalu terbentuknya kesiapan keluarga dalam menghadapi permasalahan dan tantangan dalam kehidupan.

“Terakhir menambah gaung Harganas agar masyarakat luas mengenal, mengingat, dan meresapi arti hari keluarga,” katanya.

 

Pada kesempatan itu, Bahtiar juga menyampaikan prestasi yang diraih kader KB di tingkat provinsi tahun ini. Yakni Juara 1 IMP berprestasi atas nama Eva Dwipanglipur Kelurahan Api-api dan Juara 1 lomba motivator KB pria diraih Agus Sainoto dari Kelurahan Gunung Telihan.

Lalu Juara 2 Kelompok BKB atas nama BKB Wijaya Kusuma Kelurahan Gunung Elai, Juara 2 Kelompok BKL oleh BKL Lestari II Kelurahan Bontang Baru, dan Juara 2 Kelompok UPPKS oleh kelompok UPPKS LKP Kelurahan Gunung Elai.

Juara 2 Kelompok BKR oleh Kelompok BKR Mutira Laut Kelurahan Lhoktuan, Juara 2 Kampung KB Terbaik oleh Kampung KB Pagung Lestari Kelurahan Bontang Lestari, serta Juara Harapan 1 Lomba Praktek Bidan Mandiri atas nama Praktek Bidan Mandiri Suryani Kelurahan Lhoktuan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim Eli Kuslaeli mengapresiasi kegiatan Harganas tingkat Bontang yang dirangkai dengan pembagian hadiah lomba pengelola KB teladan dan dipadukan dengan gelar dagang. Dia menyebut sebelumnya Harganas tingkat nasional sudah digelar di Banjarbaru Kalimantan Selatan. Sedangkan di tingkat provinsi Harganas dilaksanakan di Kabupaten Kutai Barat. Dia berharap Harganas menjadi wadah untuk mengingatkan pentingnya arti keluarga dan bukan sekadar seremonial semata.

Eli pun membeberkan 4 poin pendekatan keluarga. Pertama keluarga harus berkumpul. Kedua keluarga harus berinteraksi dengan santun. Ketiga keluarga harus berdaya dan mampu mengatasi segala permasalahan. Terakhir sebuah keluarga tidak akan bisa hidup nyaman jika berada di lingkungan yang tidak sejahtera.

“Kami berharap kesadaran pentingnya keluarga bukan saat dihari keluarga saja. Namun juga dilakukan sehari-hari,” paparnya.

Dalam sambutannya, Wawali Bontang Basri Rase menuturkan Harganas merupakan momentum strategis untuk mengenang kembali pernah membangun sebuah keluarga dalam mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Dia berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat mendorong keluarga Bontang untuk meningkatkan ketahanan keluarganya. Sehingga mampu melahirkan generasi lebih baik, tangguh dan berketahanan, bebas dari persoalan free sex, narkoba, dan HIV Aids.

Basri pun mengusulkan ke depannya dibuat peraturan masyarakat agar mematikan ponsel mulai pukul 18.00 Wita hingga 20.00 Wita. Pasalnya selama ini masyarakat cenderung bergantung dengan alat elektronik tersebut. Sehingga menyebabkan kurangnya interaksi dalam sebuah keluarga.

“Kalau HP dimatikan, maka orangtua bisa mengobrol dan bercanda dengan anak-anak. Karena kurangnya perhatian orangtua yang bisa menjerumuskan anak ke hal-hal tidak baik,” jelasnya. (*)

Sumber : https://www.akurasi.id